Blog ini hanyalah uneg-uneg keprihatinan hati penulis yang mendapati makin banyaknya ummat Islam yang ragu dengan agamanya sendiri.
Kamis, 08 April 2010
BUKAN HANYA ISLAM YANG MENGHARAMKAN RIBA
Baru-baru ini timbul pro-kontra berkaitan dengan dikeluarkannya fatwa haramnya bunga bank (riba) oleh Muhammadiyah. Bahkan ketika berita itu dirilis di salah satu situs berita terkemuka tanah air, beberapa tanggapan yang masuk sangat mengecam bahkan terkesan melecehkan para ulama yang mengeluarkan fatwa tersebut. Baca di sini : http://www.detiknews.com/commentpaging/2010/04/04/070247/1331417/10/3/muhammadiyah-haramkan-bunga-bank
Saya tidak habis pikir, mengapa masih ada yang mempertanyakan fatwa ini ? Bukankah semenjak dulu sampai sekarang agama kita telah mengharamkan riba ? Bukankah sudah sangat jelas riba sangat merugikan para pelakunya, khususnya yang menjadi peminjam ?
Dan bukankah sekarang sudah ada Bank Syariah ? Artinya kondisi "darurat" yang menjadi alasan dibolehkannya riba sudah tidak berlaku. Lalu mengapa ummat Islam sendiri masih belum paham tentang itu, bahkan mengecam dikeluarkannya fatwa tersebut ?
Padahal, ternyata tidak hanya agama Islam yang melarang riba. Dalam kitab suci Bible pun tertera jelas dilarangnya menjalankan riba. Berikut ini beberapa ayat di Bible yang menunjukkan bahwa riba juga diharamkan oleh mereka.
"Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia; janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya" (Keluaran 22:25).
Imamat 25:35-37, "Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu. Janganlah engkau mengambil bunga uang atau riba dari padanya . juga makananmu janganlah kau berikan dengan meminta riba" .
Ulangan 23:19-20. "Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apapun yang dapat dibungakan. Dari orang asing boleh engkau memungut bunga, tetapi dari saudaramu janganlah engkau memungut bunga ."
Sedangkan dalam kitab suci Al-Qur'an dan hadits juga banyak ditulis tentang larangan riba.
"Hai orang-orang yang beriman! Takutlah kepada Allah, dan tinggalkanlah apa yang tertinggal daripada riba jika kamu benar-benar beriman. Apabila kamu tidak mau berbuat demikian, maka terimalah peperangan dari Allah dan Rasul-Nya, dan jika kamu sudah bertobat, maka bagi kamu adalah pokok-pokok hartamu, kamu tidak boleh berbuat zalim juga tidak mau dizalimi." (al-Baqarah: 278-279)
“Tinggalkanlah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, “Apakah itu ya Rasul?. Beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa orang yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri ketika peperangan berkecamuk, menuduh wanita suci berzina”. (HR..dari Abu Hurairah).
“Rasulullah melaknat dan mengutuk orang memakan riba (kreditur) dan orang yang memberi makan orang lain dengan riba (debitur). Rasul juga mengutuk pegawai yang mencatat transaksi riba dan saksi-saksinya. Nabi SAW bersabda, “Mereka semuanya sama”.(H.R.Muslim)
Ibnu Mas’ud meriwayat bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Menjelang kiamat akan merajalela zina, riba dan minuman keras”. (H.R.Thabrani).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar