Jumat, 09 April 2010

ISLAM JANGAN DIBUAT RUMIT


Saya sering merasa tak habis pikir, mengapa ajaran Islam yang begitu mudah dalam pemahaman dan pelaksanaannya harus dibuat rumit oleh sebagian ummatnya sendiri ? Mengapa kita tidak melaksanakan saja apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah sebagai amalan sehari-hari ?

Maaf, saya tidak bermaksud menyinggung siapa-siapa. Namun pada kenyataannya fakta ini banyak saya temui ketika membaca tulisan-tulisan bernuansa sufi. Tidak semua memang yang seperti itu, tetapi bukan tidak sedikit. Islam seolah menjadi begitu sulit untuk dipahami dan dijalankan.

Menurut ajaran tarekat yang saya baca dari buku-buku tarekat sendiri, akan sulit bagi seseorang bisa diterima segala amal ibadahnya kalau tanpa bimbingan seorang “guru”. “Guru” inilah yang menjadi tokoh yang sangat menentukan jalan hidupnya. Dia begitu ‘istimewa’ kedudukannya, sehingga “terkesan” sejajar bahkan melebihi tauladan kita, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dalam ajaran tarekat, berbagai amalan harus dikerjakan para pengikutnya. Padahal menurut sepengetahuan saya, amalan-amalan itu tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Saya belum pernah menemukan informasi mengenai amalan-amalan itu selain dari buku-buku tarekat itu sendiri. Dalam Al-Quran dan Hadits, bahkan penjelasan ustadz-ustadz yang selama ini saya ikuti kajiannya, juga tidak saya dapati.


Pendapat saya ini barangkali bisa salah. Tapi saya mencoba untuk berpikir secara sederhana dan logis saja.


Yang pertama, kalau Allah Subhanahu wa ta’ala pernah memerintahkan amalan itu, pasti Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam akan mencontohkan kepada kita. Semuanya pasti akan termuat di dalam berbagai hadist yang shohih. Dan sebagai ummat Islam, kita wajib mengetahui dan mau menjalankan semua amalan itu.


Kedua, betapa akan terasa tidak adilnya, ketika yang diterima amalannya kelak hanyalah mereka yang mengikuti suatu tarekat, sementara yang mempelajari Islam secara “biasa” sulit untuk mendapatkan peluang itu.


Ketiga, mengapa kita harus direpotkan dengan berbagai amalan-amalan itu, sementara amalan yang telah dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalam saja masih banyak yang belum kita kerjakan. Bahkan bisa-bisa malah tidak terkejar. Contoh sederhana, sholat Sunnah. Sudahkah kita mengerjakan secara ajeg sholat-sholat sunnah yang pernah dicontohkan Nabi ? Belum lagi bicara sholat tepat waktu. Sudahkah kita semua menjalankan sholat tepat waktu ? Atau, sudahkah sholat kita tidak bolong-bolong ? Dan masih banyak lagi.


Bayangkan, boro-boro menjalankan yang sunnah, untuk ibadah yang wajib saja belum tentu kita bisa sempurna, Lha kok ditambahi dengan amalan-amalan yang tidak ada contohnya, apa ini tidak malah jadi perbuatan sia-sia ?



“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” [Al-Baqarah: 286]


“... Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama ...” [Al-Hajj: 78]


Sabda Rasulullah Shallalahu 'alaihi wa sallam
"Artinya : Sesungguhnya agama (Islam) itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan (tidak dapat melaksanakannya dengan sempurna). Oleh karena itu, berlaku luruslah, sederhana (tidak melampaui batas), dan bergembiralah (karena memperoleh pahala) serta memohon pertolongan (kepada Allah) dengan ibadah pada waktu pagi, petang dan sebagian malam.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar